Kepada jarak yang setia menemani, aku mencoba bersabar dan berbenah diri meskipun pada kenyataannya itu tidaklah mudah. Namun hidup harus tetap berjalan dan aku akan tetap bertahan.
1. Ketika aku tak bisa mengerti dirimu, apalah dayaku yang hanya bisa terdiam dan membisu.
Selamat menikmati setiap detik bersamamu yang kadang begitu mengasyikkan. Membalut waktu dengan kepingan canda dan gelak tawa yang memecah. Aku tau aku telah ada disana bersama-sama dengan hati yang juga menggenggamku, mengikatku hingga aku tak bisa sedetikpun bergerak bahkan untuk sekedar memalingkan wajah ketika tanpa sengaja perlakuanmu kepadaku berubah dingin tanpa sebab.
Ah rasanya aku cemburu ketika kadang kamu lebih mementingkan kesibukanmu dibanding menikmati waktu yang berputar untuk membersamaiku. Bukan maksud untuk tidak mengerti kesibukan itu, tapi aku hanya ingin kita lebih lama lagi mengakrabi rindu yang tak berujung.
Menjadi wanita yang sedang kamu perjuangkan bukanlah hal yang selalu membahagiakan. Kadang perasaan getir acap kali menyelimuti ketika tiba-tiba perlakuanmu berubah dingin dan diammu membeku terhadapku. Bahkan ketika dengan sengaja pula manjaku yang berlebihan sering kali membuatmu memanas. Namun tak jarang, lagi-lagi kamu harus siap memendam amarah. Kamu tau bukan? Aku hanyalah gadis cengeng yang tak pernah tahan dengan bentakan.
2. Tentang rindu itu, apakah kamu tahus Seringnya aku cemburu.
Untukmu laki-laki yang kini berjuang bersamaku. Jarak bukanlah perkara yang mudah untuk kita bertahan sampai detik ini.
Kamu tahu? Perasaan marah, cemburu, selalu saja menjadi cambuk yang tak pernah sedikitpun lepas untuk tak terus menghakimiku. Ya! Aku marah melihat mereka di luar sana yang tak pernah sedikitpun mau mengerti tentang sepinya berteman dengan jarak. Aku cemburu kepada mereka yang tak pernah sedikitpun mau menyapa dan mengenal jarak. Sedangkan aku? Mungkinkah hanya aku, satu-satunya gadis yang harus mengakrabi rindu yang berjarak? Entahlah, aku cemburu!.
3.Dan tahukah kamu? Hidup bersamamu adalah harapan yang kuselipkan di doaku.
Hai laki-lakiku...
Menjadi bagian terpenting yang akan mengisi ruang hatimu adalah satu dari sekian banyak rincian impian yang kuselipkan beserta doa untuk hidup bersamamu, membangun kehidupan yang sakinah dengan lapisan dinding dan kekuatan yang disebut cinta sebagai tempat kita bersenandung, melintasi beribu bayangan hidup hingga membiarkan seluruh amarah serta gelisah berubah menjadi keharmonisan dan ketentraman yang tak berakhir. Ya, aku mau itu bukan hanya menjadi ekspektasi dan harapan kosong yang tak berealita.
Aku tahu itu bukanlah perkara yang mudah! Jelas saja kita masih khawatir dan terus menerka -nerka akan takdir yang bisa saja tak lagi bersahabat . Entahlah, yang pasti Tuhan lebih tahu dengan rencana –rencana-Nya yang indah. Dan tentang perasaan, yakinlah aku takkan pernah membiarkanmu terjatuh tanpa pelukku. Aku tak kan membiarkanmu meradang menunggu dan merindu tanpa dekapku.
4. Kepada pertemuan yang membahagiakan dan teruntuk perpisahan yang kuharap takkan pernah terjadi.
Tentang pertemuan itu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika nanti aku harus berpisah denganmu. Melupakan setiap kepingan kenangan yang berserakan. Kamu mungkin akan membiarkannya terlupakan begitu saja, tapi tenanglah, aku yang akan tetap bersusah payah memungut mengumpulkan setiap kepingan itu menjadi satu tempat dalam balutan rindu. Kamu juga tak perlu khawatir akan jejak-jejak lara yang nanti kamu lukiskan, aku akan tetap berusaha menghapusnya hingga kanvas yang kujaga tak ku biarkan lagi dengan mudahnya menghitam.
Ah, so sweet. Kalau ngomongin rindu, emang gak ada habisnya. Berawal dari rasa rindu, muncul inspirasi dan energi baru. Semangat 💪🤗
BalasHapusAssalamu'alaikum salam kenal mba 😊
BalasHapusBarakaullahu fiik tulisannya so sweet bgt mba... Salam kenal yaa
BalasHapusKerinduan mengajarkan kita utk lebih menghargai arti sebuah pertemuan... ♥️😁
BalasHapusCo cweeett tulisannyaaaa 😍😍
BalasHapusAaah kalo berbicara soal rindu, kerap kali bersamaan dengan sebuah pertemuan yg kita inginkan namun berakhir hanya harapan belaka
BalasHapusSo sweet....salam kenal mba
BalasHapusMasyaAllah, semoga kerinduan mba jadi pahala. aamiin
BalasHapusSemangat ya mba, pernah jga ngalamin LDM jawa lombok, bener2 kudu ekstra sabar dan ikhlas
BalasHapusAk pernah juga menjadi pejuang LDM mba,, ternyata aku tak setegar itu. Namun akhirnya Allah mempersatukan kami. Rencana Allah selalu indah mba, jgn berhenti berdoa. Big hug 🤗
BalasHapusKadang rindu membuat kita jadi menghargai waktu ketika bertemu mba
BalasHapusMasyaaAllah...kata2nya itu mbak 😢
BalasHapusSemoga Allah menjaga dan merahmati mbak sekeluarga...aamiin *bighug
Bener mba apalagi yang LDM 😢
BalasHapusTulisan ini mengandung kebaperan...
BalasHapustim baper meskipun belum punya pasangan... wkwk...
Semangat ya Mba
BalasHapusMasyaAllah, makasi sharingnya mba....tulisannya adem banget
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasyaAllah... so sweet mba :)
BalasHapus